BASIS DATA-ENTITAS DAN DATA RELATIONSHIP

Pengguna dari database menginginkan adanya suatu ketentuan tentang hubungan data itu. Sebuah software menyebutnya database management system (DBMS) kemudian diartikan antara keinginan pengguna dan keadaan penyimpanan data.

Cara yang umum digunakan ketika kita menyatakan data relationship ke dalam DBMS dinamakan model data. Hubungan model data adalah seperti struktur yang biasa. Bagaimanapun, keterhubungan yang mendasari dalam database tergantung pada model data dan DBMS yang digunakan. Sebelum mendesain basis data, perlu adanya identifikasi hubungan antar data.

1. ENTITAS DAN ATRIBUTNYA
Entitas merupakan sesuatu yang berhubungan dengan penyimpanan data. Entitas mempunyai sebuah data yang beratribut. Ketika kita melambangkan entitas di dalam basis data, sesungguhnya hanya atributnya yang disimpan.

2. PENGIDENTIFIKASIAN ENTITAS
Tujan dari pengambilan data yang menggambarkan sebuah entitas ke dalam basis data adalah mendapatkan kembali data sebelumnya. Artinya, kita harus dapat membedakan satu entitas dengan yang lainnya sehingga kita yakin bahwa kita mendapatkan entitas yang kita inginkan. Kita lakukan ini untuk memastikan entitas mempunyai nilai yang membedakan dengna yang lainnya di dalam basis data.
Sebagai contoh, Laser Only mempunyai 2 pelanggan, John Smith. Jika pegawai mencari barang yang dipesan oleh John Smith, John Smith yang mana yang akan muncul dalam DBMS? Di dalamnya, akan muncul keduanya. Karena tidak ada yang membedakan antara 2 pelanggan itu dan hasil dari query itu tidak akurat.
Laser Only mencari solusi dengan membuat nomor unik untuk pelanggan. Ini tentu saja solusi yang biasa untuk mengidentifikasi entitas dimana tidak ada yang mengusulkan identifikasi yang sederhana untuk data itu sendiri.
Solusi yang lain untuk membedakan pelanggan pertama dan kedua adalah dengan membedakan nomor telepon. Dengan menggabungkan kolom-kolom dari data-data pelanggan, akan memudahkan untuk mengenali pelanggan. Tetapi, bagaimanapun ada 2 kekurangan untuk hal itu. Pertama, data pengenal panjang dan janggal. Ini memungkinkan untuk terjadi kesalahan ketikan memasukkan data pelanggan. Kedua, jika nomor telepon pelanggan beriubah, makan pengenal ini juga harus diganti. Seperti yang sudah dibaca pada bab 1, mengganti pengenal entitas akan menjadikan masalah yang serius pada database.
Beberapa entitas, seperti faktur, dibuat dengan pengenal alami (nomor faktur). Kita memberikan nomor lain kepada pelanggan yang lain, terutama catatan, orang, tempat, dan benda. Masih memerlukan penggabungan identifikasi yang lain.
Ketika toko kita adalah contoh entitas dalam database, kita ingin memastikan DBMS dengan contoh baru yang mempunyai pengenal sendiri. Ini adalah contoh ketidakleluasaan pada database, aturan dimana data harus ada di dalamnya. Pelaksanaan aturan database membantu kita untuk membuat data yang konsisten dan akurat.