Archives

gravatar

Basis data-sql

Basis data-sql

BASIS DATA-SQL

o SQL (Structured Query Language)
SQL (atau query language) adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk me-request informasi dari basis data; bahasa ini sudah disediakan oleh DBMS. Konstruksi SQL terbentuk atas kombinasi relational-algebra dan relational-calculus.
SQL terdiri dari beberapa komponen, dua di antaranya yang sangat fundamental adalah DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language)

o DDL (Data Definition Language)
DDL menyediakan perintah-perintah untuk mendefinisikan, memodifikasi, dan menghapus skema relasi—misalnya tabel, view, prosedur, dan fungsi.
Contoh perintah DDL adalah: CREATE, ALTER, dan DROP

o DML (Data Manipulation Language)
DML menyediakan perintah-perintah untuk menambah, memodifikasi, menghapus, dan mengambil data di dalam basis data.
Contoh perintah DML adalah: INSERT, UPDATE, DELETE, dan SELECT.

a. Penambahan Data
Sintaks operasi penambahan data dapat dituliskan sebagai berikut:
INSERT INTO r (A1, A2, ..., An)
VALUES (V1, V2, ..., An)
di mana :
r adalah relasi (tabel)
A adalah atribut (field atau kolom)
V adalah value (nilai yang diisikan)
Misalkan tabel jurusan memiliki field id dan nama, maka pernyataan SQL untuk penambahan data dituliskan sebagai berikut:
INSERT INTO jurusan (id, nama)
VALUES (1, "Teknik Elektro")

b. Modifikasi Data
Sintaks operasi modifikasi data dapat dituliskan sebagai berikut:
UPDATE r
SET A1=V1, A2=V2, ..., An=Vn
WHERE P
di mana :
P adalah predikat
Misalkan nilai field nama untuk data dengan id 1 ingin diubah menjadi Teknik Informatika, berikut pernyataan SQL-nya:
UPDATE jurusan
SET nama = "Teknik Informatika"
WHERE id = 1


c. Penghapusan Data
Sintaks operasi penghapusan data dapat dituliskan sebagai berikut:
DELETE FROM r
WHERE P


Misalkan nilai data dengan id ingin dihapus, pernyataan SQL-nya dituliskan sebagai berikut:
DELETE FROM jurusan
WHERE id = 1

Perhatikan juga, operasi penghapusan tanpa menyertakan klausa WHERE akan mengakibatkan dihapusnya seluruh data di tabel. Jadi, jika Anda hanya ingin menghapus data tertentu gunakan selalu klausa WHERE.

d. Seleksi Data
Sintaks operasi seleksi atau pengambilan data dapat dituliskan sebagai berikut:
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1, r2, r3, ..., rm
WHERE P
Misalkan ingin menampilkan data id dan nama jurusan, pernyataan SQL-nya dituliskan sebagai berikut:
SELECT id, nama
FROM jurusan
Sebagai alternatif, tersedia karakter asterik (*) yang menyatakan seluruh field. Jadi, pernyataan di bawah ini ekuivalen dengan pernyataan di atas.
SELECT *
FROM jurusan

gravatar

Apa itu Basis Data?

Apa itu Basis Data?

Apa itu Basis Data?

Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Basis Data (database) merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
Basis data juga dapat definisikan sebagai Himpunan Kelompok Data (Arsip) yang saling berhubungan dan diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Yang kedua kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (Redundensi) yang tidak perlu. Yang ketiga kumpulan File/Table/Arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpan Elektronik.

Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.

Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data.

gravatar

Basis data-desain basis data

Basis data-desain basis data

BASIS DATA-DESAIN BASIS DATA

A. Definisi Basis Data
- Kumpulan informasi
- Obyek terstruktur berisi data dan metadata
- Data: informasi aktual yang tersimpan dalam Database contoh:namapelanggan,hargabarangdll.
- Metadata=definisi tabel : kolom, ukuran kolom dan tipe data.
- Himpunan Kelompok Data (Arsip) yang saling berhubungan dan diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
- Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (Redundensi) yang tidak perlu.
- Kumpulan File/Table/Arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpan Elektronik.

B. Tujuan Dibangunnya Basis Data
- Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
- Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
- Keakuratan (Accuracy)
- Ketersediaan (Avaiability)
- Kelengkapan (Completeness)
- Keamanan (Security)
- Kebersamaan pemakai (Shareability)

C. Operasi Dasar Basis Data
- Pembuatan Basis Data (Create Database)
- Penghapusan Basis Data (Drop Database)
- Pembuatan File/Table baru ke suatu basis data (Create Table)
- Penghapusan File/Table dari suatu basis data (Drop Table)
- Penambahan data baru ke suatu file/table di sebuah basis data (insert)
- Pengambilan data dari sebuah file/table (Retrieve/Search)
- Pengubahan data dari sebuah file/table (Update)
- Penghapusan data dari sebuah file/table (Delete)

D. Definisi Pemodelan Database
- Menjelaskan bagaimana sebuah himpunan informasi disusun dan diatur dalam sebuah komputer
- Tujuannya agar data lebih mudah diambil kembali (retrieve) dan diubah

E. File Systems
- Tidak ada teknik pemodelan
- data base disimpan dalam “flat file” = simple text file yang tidak terstruktur
- Perlu algoritma khusus untuk pencarian data, relasi dan validasi

F. Hierarchical Database Model
- Mirip struktur pohon
- Terdapat Child dan Parent Table
- Child tergantung penuh dengan Parent
- one-to-many relationships

G. Network Database Model
- Child table bisa memiliki lebih dari 1 parent
- Struktur tabel mirip jaringan
- many-to-many relationships

H. Relational Model
- Setiap tabel bisa diakses langsung (without access all parrent)
- Bisa dihubungkan tanpa melihat hierarki

I. Object Database Model
- Struktur 3 dimensi sehingga data bisa diambil dengan mudah
- Jelek jika mengambil lebih dari satu data

gravatar

Basis data-entitas dan data relationship

Basis data-entitas dan data relationship

BASIS DATA-ENTITAS DAN DATA RELATIONSHIP

Pengguna dari database menginginkan adanya suatu ketentuan tentang hubungan data itu. Sebuah software menyebutnya database management system (DBMS) kemudian diartikan antara keinginan pengguna dan keadaan penyimpanan data.

Cara yang umum digunakan ketika kita menyatakan data relationship ke dalam DBMS dinamakan model data. Hubungan model data adalah seperti struktur yang biasa. Bagaimanapun, keterhubungan yang mendasari dalam database tergantung pada model data dan DBMS yang digunakan. Sebelum mendesain basis data, perlu adanya identifikasi hubungan antar data.

1. ENTITAS DAN ATRIBUTNYA
Entitas merupakan sesuatu yang berhubungan dengan penyimpanan data. Entitas mempunyai sebuah data yang beratribut. Ketika kita melambangkan entitas di dalam basis data, sesungguhnya hanya atributnya yang disimpan.

2. PENGIDENTIFIKASIAN ENTITAS
Tujan dari pengambilan data yang menggambarkan sebuah entitas ke dalam basis data adalah mendapatkan kembali data sebelumnya. Artinya, kita harus dapat membedakan satu entitas dengan yang lainnya sehingga kita yakin bahwa kita mendapatkan entitas yang kita inginkan. Kita lakukan ini untuk memastikan entitas mempunyai nilai yang membedakan dengna yang lainnya di dalam basis data.
Sebagai contoh, Laser Only mempunyai 2 pelanggan, John Smith. Jika pegawai mencari barang yang dipesan oleh John Smith, John Smith yang mana yang akan muncul dalam DBMS? Di dalamnya, akan muncul keduanya. Karena tidak ada yang membedakan antara 2 pelanggan itu dan hasil dari query itu tidak akurat.
Laser Only mencari solusi dengan membuat nomor unik untuk pelanggan. Ini tentu saja solusi yang biasa untuk mengidentifikasi entitas dimana tidak ada yang mengusulkan identifikasi yang sederhana untuk data itu sendiri.
Solusi yang lain untuk membedakan pelanggan pertama dan kedua adalah dengan membedakan nomor telepon. Dengan menggabungkan kolom-kolom dari data-data pelanggan, akan memudahkan untuk mengenali pelanggan. Tetapi, bagaimanapun ada 2 kekurangan untuk hal itu. Pertama, data pengenal panjang dan janggal. Ini memungkinkan untuk terjadi kesalahan ketikan memasukkan data pelanggan. Kedua, jika nomor telepon pelanggan beriubah, makan pengenal ini juga harus diganti. Seperti yang sudah dibaca pada bab 1, mengganti pengenal entitas akan menjadikan masalah yang serius pada database.
Beberapa entitas, seperti faktur, dibuat dengan pengenal alami (nomor faktur). Kita memberikan nomor lain kepada pelanggan yang lain, terutama catatan, orang, tempat, dan benda. Masih memerlukan penggabungan identifikasi yang lain.
Ketika toko kita adalah contoh entitas dalam database, kita ingin memastikan DBMS dengan contoh baru yang mempunyai pengenal sendiri. Ini adalah contoh ketidakleluasaan pada database, aturan dimana data harus ada di dalamnya. Pelaksanaan aturan database membantu kita untuk membuat data yang konsisten dan akurat.

gravatar

BASIS DATA-Normalisasi Basis Data

BASIS DATA-Normalisasi Basis Data

BASIS DATA-Normalisasi Basis Data

I. Normalisasi
- Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
- Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)
- Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik.
- Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:
1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF) (-akan dijelaskan kemudian-)

- Jika kriteria BCNF tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

II. Tabel Universal
Tabel Universal (Universal / Star Table) --> sebuah tabel yang merangkum semua kelompok data yang saling berhubungan, bukan merupakan tabel yang baik.

III. Bentuk-bentuk Normal
1. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)
- Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.
- Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)

2. Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form / 2NF)
- Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency pada primary key
- Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key)
- Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan

3. Bentuk Normal Tahap (3rd Normal Form / 3NF)
Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lainnya.

4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
- Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X ? Y maka X adalah super key
- tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
- Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X --> A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

5. Bentuk Normal Tahap (4th Normal Form / 4NF)
- Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
- Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies

6. Bentuk Normal Tahap (5th Normal Form / 5NF)
- Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
- Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula

gravatar

Basis data-relasi dan join

Basis data-relasi dan join

BASIS DATA-RELASI DAN JOIN

1. Relationship
Relationship adalah suatu hubungan antara beberapa entitas. Konsep ini
sangat penting sekali di dalam basis data, di mana memungkinkan entitas-
entitas untuk saling berhubungan satu sama lain.
Di dalam sebuah relationship, primary key memiliki peran penting untuk
mengaitkan entitas. Selain itu, primary key juga digunakan untuk
mendefinisikan batasan keterhubungan.

2. JOIN
Join merupakan salah satu konstruksi dasar dari SQL dan basis data. Join
dapat didefinisikan sebagai kombinasi record dari dua atau lebih tabel di
dalam basis data relasional dan menghasilkan sebuah tabel (temporary)
baru—yang disebut sebagai joined table.
Join dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis: inner dan outer.
a. Inner Join
Inner join pada dasarnya adalah menemukan persimpangan
(intersection) antara dua buah tabel.
Awali setiap aktivitas dengan doa, semoga berkah dan mendapat kemudahan.
Pahami tujuan, dasar teori, dan latihan-latihan praktikum dengan baik dan benar.
Kerjakan tugas-tugas praktikum dengan baik, sabar, dan jujur.
Tanyakan kepada asisten/dosen apabila ada hal-hal yang kurang jelas.
Modul Praktikum Basis Data 24
Teknik Elektro -UM
Sintaks inner join diperlihatkan sebagai berikut:
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1
INNER JOIN r2
ON r1.join_key = r2.join_key


Inner join juga dapat direpresentasikan dalam bentuk implisit.
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1, r2
WHERE r1.key = r2.key


b. Outer Join
Outer join dibagi ke dalam tiga jenis: Left , Right, dan Full outer join.
Left Outer Join
Left outer join (atau left join) mengembalikan semua nilai dari tabel
kiri ditambah dengan nilai dari tabel kanan yang sesuai (atau NULL
jika tidak ada nilai yang sesuai).
Sintaks left outer join diperlihatkan sebagai berikut:
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1
LEFT OUTER JOIN r2
ON r1.join_key = r2.join_key


c. Right Outer Join
Right outer join (atau right join) pada dasarnya sama seperti left join,
namun dalam bentuk terbalik—kanan dan kiri.
Sintaks right outer join diperlihatkan sebagai berikut:
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1
RIGHT OUTER JOIN r2
ON r1.join_key = r2.join_key


d. Full Outer Join
Full outer join (atau full join) pada hakekatnya merupakan kombinasi
dari left dan right join.
Sintaks full outer join diperlihatkan sebagai berikut:
SELECT A1, A2, ..., An
FROM r1
FULL OUTER JOIN r2
ON r1.join_key = r2.join_key


Selain empat jenis join yang utama di atas, masih ada beberapa
variasi join lainnya, seperti CROSS JOIN (cartesian product),
NATURAL JOIN, dan sebagainya.
Modul Praktikum Basis Data 26
Teknik Elektro -UM
Perlu juga diperhatikan, join bisa diimplementasikan dalam bentuk
bersarang (nested join). Jadi, di dalam sebuah operasi join bisa
terdapat operasi join lainnya.

gravatar

Basis data-tabel dan relasi antar tabel

Basis data-tabel dan relasi antar tabel

BASIS DATA-TABEL DAN RELASI ANTAR TABEL

a. Basis data (database)
Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan; diorganisasikan sedemikian rupa untuk keperluan tertentu.

b. Tabel
Tabel adalah himpunan elemen-elemen data yang diorganisasikan menggunakan model kolom vertikal dan baris horizontal. Tabel juga merupakan ekuivalensi dari sebuah entitas dalam Entity Relationship Diagram (ERD).

c. Field dan Record
Sebuah tabel dapat terdiri dari satu atau beberapa field (atau kolom) dan baris (atau row)

d. Primary Key
Primary key atau unique key adalah suatu nilai di basis data yang digunakan untuk mengidentifikasi keunikan baris-baris di dalam tabel.

e. Relationship
Relationship adalah asosiasi antara beberapa entitas (atau tabel). Relasi antar tabel bertujuan untuk mendefinisikan keterhubungan satu tabel dengan tabel lainnya.

gravatar

Basis data-relasi basis data

Basis data-relasi basis data

BASIS DATA-RELASI BASIS DATA

Langkah yang harus dilakukan desainer setelah menentukan entitas dasar yang akan digunakan dalam lingkungan basisdata, adalah menentukan hubungan antar entitas tersebut. Ada tiga tipe hubungan yang bisa digunakan One to One,One to many, Many to many.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat hubungan data adalah hubungan yang disimpan dalam basisdata merupakan hubungan antara entitas dan instansinya. Sebagai contoh dalam kasus pelanggan, entitas pelanggan memiliki kemungkinan relasi dengan instansi item pesanan. Tetapi dalam membuat relasi kita tidak boleh memaksakan menghubungkan sebuah entitas dengan instansi tertentu.

One-to-One Relationship
Relasi ini memiliki system kerja hanya ada satu hubungan antara satu entitas dan satu instansi. Yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan hanya satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas A.
Sistem relasi ini sangat jarang digunakan di dalam bisnis. Karena system ini tidak dapat menangani berbagai fakta yang sering terjadi dalam bisnis. Relasi ini hanya mungkin digunakan untuk membuat basisdata pada hal-hal yang simple saja.

One-to-Many Relationship
Relasi ini memiliki system kerja dimana setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas A.

gravatar

Basis data-pengenalan mysql

Basis data-pengenalan mysql

BASIS DATA-PENGENALAN MYSQL

1. MySQL
MySQL (dieja "My Ess Que Ell") merupakan perangkat lunak basis data
yang dikembangkan oleh perusahaan bernama MySQL AB. Sebagai
sebuah produk, ada beberapa point penting mengenai MySQL.
• MySQL merupakan suatu Database Management System (DBMS).
• MySQL adalah suatu Relational Database Management System
(RDBMS)
• MySQL merupakan sebuah produk yang didistribusikan secara open
source.
MySQL dapat berjalan baik di hampir semua platform sistem operasi.
Adapun di dalam praktikum ini, lingkungan yang digunakan adalah Linux
(khususnya distro ubuntu).

2.
Praktikum Basis Data 18
Teknik Elektro -UM
Dengan demikian, lingkungan yang nantinya akan digunakan pada
praktikum ini adalah client.Server dan Client MySQL
Arsitektur DBMS MySQL dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis:
server dan client. Secara garis besar, client digunakan untuk melakukan
request informasi; server bertindak merespon permintaan dari client.
Awali setiap aktivitas dengan doa, semoga berkah dan mendapat kemudahan.
Pahami tujuan, dasar teori, dan latihan-latihan praktikum dengan baik dan benar.
Kerjakan tugas-tugas praktikum dengan baik, sabar, dan jujur.
Tanyakan kepada asisten/dosen apabila ada hal-hal yang kurang jelas.

3. Objek Basis Data
Di MySQL, basis data direpresentasikan sebagai suatu direktori; di mana
di dalamnya terdapat himpunan file-file tabel yang terdefinisi. Pembuatan
basis data dilakukan menggunakan pernyataan CREATE DATABASE dan
diikuti dengan nama basis data yang akan dibuat.
Bentuk sintaks pembuatan basis data:
CREATE DATABASE [IF NOT EXISTS] nama_database;

Oleh karena basis data merupakan suatu schema, maka penghapusannya
dilakukan menggunakan perintah DDL DROP DATABASE.
Bentuk formal penghapusan basis data:
DROP DATABASE [IF EXISTS] nama_database

4. Objek Tabel
MySQL mendukung penuh standar ANSI/ISO SQL. Dengan demikian,
perintah pembuatan tabel di MySQL juga sama seperti DBMS lainnya.
Bentuk sintaks pembuatan tabel diperlihatkan sebagai berikut:
CREATE [TEMPORARY] TABLE [IF NOT EXISTS] nama_tabel
[(create_definisi,...)]
[table_options] [select_statement]

Untuk menghapus tabel yang terdefinisi, kita dapat memanfaatkan
perintah DROP.
DROP TABLE [IF EXISTS] nama_tabel

Adapun untuk operasi-operasi modifikasi—baik modifikasi tabel maupun
field—dapat dilakukan dengan memanfaatkan perintah ALTER.

5. Akses dan Manipulasi Data
Operasi-operasi akses dan manipulasi data—mencakup pengambilan atau
seleksi, penambahan, pengubahan, dan penghapusan—di MySQL juga
didasarkan pada standar SQL. Dengan demikian, adanya standardisasi ini
memungkinkan keseragaman operasi di lintas DBMS.

gravatar

key / kunci pada database

Penentuan kunci merupakan hal yang penting dalam basis data relasional. Kunci tidak sekedar sebagai metode untuk mengakses suatu baris tertentu, tetapi sekaligus menjadi pengenal unik (tidak ada yang kembar) terhadap tabel (Abdul Kadir, 1999: 53). Kunci dapat berupa sebuah atribut atau golongan dari beberapa atribut. identik dengan istilah kolom data. Atribut kunci dibagi menjadi beberapa bagian (Andri Kristanto, 2003: 76), yaitu :

  • a) Kunci kandidat ; yaitu suatu atribut yang mengidentifikasikan secara unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity. Kunci kandidat ini tidak ganda dan hanya satu.
  • b) Kunci primer ; yaitu kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin ganda dan tidak mungkin sama.
  • c) Kunci alternatif ; yaitu kunci kandidat yang tidak terpakai sebagai kunci primer. Kunci alternatif dipakai sebagai pengurutan dalam laporan.
  • d) Kunci tamu ; yaitu satu atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukan keinduknya.

gravatar

DAD (Diagram Arus Data)

DAD digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang ada dan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan tersimpan. DAD merupakan salah satu alat yang digunakan di dalam pengembangan sistem secara tersetruktur. Beberapa simbol yang digunakan dalam DAD yaitu :

  • 1. Kesatuan luar (external entity) atau batasan sistem (boundary)

Setiap sistem pasti mempunyai batasan sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan mmberikan input atau menerima output dari sistem.

  • 2. Arus data (data flow)

Arus data di DAD berupa simbol panah. Arus data mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

  • 3. Proses (process)

Suatu proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

  • 4. Simpanan data (data store)

Simpanan data merupakan simpanan dari data. Simpanan data di DAD disimbolkan dengan sepasang garis horisontal parallel yang tertutup di salah satu ujungnya.

Dalam DAD dikenal adanya level, DAD level akan terjadi penurunan level dimana dalam penurunan level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut ke dalam spesifikasi proses yang jelas. Beberapa aturan yang terdapat dalam penurunan level yaitu (Andri Kristanto, 2004: 75) : Setiap penurunan hanya di lakukan bila perlu, tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level sama, aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level X harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level X+1 yang mendefinisikan proses pada level X tersebut.

Dalam DAD level dapat dimulai dari level 1 kemudian turun ke DAD level 2 dan seterusnya. Setiap penurunan hanya dilakukan bila perlu, dalam penurunan level tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama.

gravatar

ERD (Entity Relationship Diagram)

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :

  1. Entiti

Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

  1. Atribut

Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.

  1. Hubungan / Relasi

Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :

Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

gravatar

Perancangan Basis Data

Basis data sebagai kumpulan dari data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kemudian dapat dimanfaatkan lagi dengan cepat dan mudah (Abdul Kadir, 2002: 39).

Definisi basis data (database) sangatlah bervariasi. Basis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terkomputerisasi, diatur dan disimpan menurut salah satu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Secara sederhana basis data dapat diungkapkan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Tujuan awal dan utama dalam pengolahan data pada sebuah basis data adalah agar dapat menentukan kembali data (data yang dicari) dengan mudah dan cepat. Di samping itu, pemanfaatan data untuk pengolahan data juga memiliki tujuan-tujuan tertentu. Secara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan sebagai berikut :

•1) Kecepatan dan kemudahan (Speed)

Pemanfaatan basis data memungkinkan untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah.

•2) Efesiensi ruang penyimpanan (Space)

Penggunaan ruang penyimpanan di dalam basis data dilakukan untuk mengurangi jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan melakukan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.

•3) Keakuratan (Accuracy)

Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan tipe data, domain data, keunikan data dan sebagainya dan diterapkan dalam basis data, sangat berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan data.

•4) Ketersediaan (Availability)

Pertumbuhan data (baik dari jumlah maupun jenisnya) sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Data yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi digunakan dapat diatur untuk dilepaskan dari sistem basis data dengan cara penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan.

•5) Kelengkapan (Completeness)

Lengkap atau tidaknya data yang dikelola bersifat relatif baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Dalam sebuah basis data, struktur dari basis data tersebut juga harus disimpan. Untuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, maka tidak hanya menambah record-record data, tetapi juga melakukan penambahan struktur dalam basis data.

•6) Keamanan (Security)

Sistem keamanan digunakan untuk dapat menentukan siapa saja yang boleh menggunakan basis data dan menentukan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.

  • 7) Kebersamaan pemakai

Pemakai basis data sering kali tidak terbatas hanya pada satu pemakaian saja atau oleh satu sistem aplikasi saja. Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung lingkungan multiuser, akan dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi dengan menjaga/menghindari terhadap munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data (karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat bersamaan).

gravatar

Constrain dan Index Pada Mysql

A. Constrain

Constrain merupakan suatu aturan yang membatasi jenis data yang boleh dimasukkan dalam tabel. Sebenarnya ini merupakan bagian yang sangat mendasar dari sistem database. Berikut ini akan dijelaskan jenis constraint yang dapat dgunakan pada MySQl beserta fungsi-fungsinya.


1. Primary key
Constrain Primary key mempunyai sifat suatu kolom tidak boleh bernilai NULL dan harus unik yaitu tidak boleh memiliki nilai yang sama dalam satu kolom. Perlu diketahui, MySQL tidak meperbolehkan adanya multi primary key dalam sebuah tabel. Selain itu, atribut ini juga digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya. Contohnya adalah sebagai berikut:


> create tabel pegawai (id_peg INT(6) NOT NULL, nama varchar(30), Primary key (id_peg));

Jadi, jika kita memberikan data id_peg dengan data yang sama, maka akan terjadi error.


2. UNIQUE
Constraint UNIQUE digunakan apabila dalam sebuah tabel mendapat lebih dari satu kunci yang unik. Sebagaimana penjelasan diatas, MySQL hanya memperbolehkan sebuah PRimary KEY dalam satu tabel. Sehingga kita dapat menggunakan UNIQUE ini jika kita ingin menggunakan lebih dari satu kunci yang unik pada tabel yang telah kita buat. Contohnya sebagai berikut:

create tabel pegawai (id_peg INT(6) NOT NULL, nama varchar(30),id_dept INT(6) NOT NULL, Primary key (id_peg), Unique (id_dep));

Jika kita memasukkan data id_dept dengan data yang sama, maka akan terjadi error.


3. NOT NULL
Constrain NOT NULL digunakan untuk menjamin tidak ada nilai NULL yang muncul pada suatu kolom. Sehingga jika kita tidak mengisikan nilai pada kolom NOT NULL, maka tidak akan ada nilai pada kolom tersebut alias kosong


4. NULL
NULL merupakan spesial value, karena sesuai pada setiap kolom dan atribut ini membolehkan suatu kolom dapat diisi dengan nilai null


B. INDEX
Index dapat digunakan untuk melakukan pencarian data per baris dengan nilai yang spesifik secara cepat. Tanpa menggunakan index, Mysql akan melakukan pencarian dari baris pertama sampai baris terakhir hingga data yang dicari ditemukan. Hal ini dapat memperlambat proses pencarian, apalagi jika data yang dicari dalam jumlah yang cukup besar. Pada dasarnya pencarian data menggunakan index akan lebih cepat hasilnya, karena tidak semua data di dalam akan dibaca. Pembuatan index pada Mysql hanya dapat dilakukan jika tabel tersebut dibuat dengan perintah create table.


1. Kegunaan Index
a. Dapat melakukan pencarian secara cepat, dengan mencocokkan klausa where pada data yabg dicari.
b. Dapat digunakan untuk mendapatkan record dari tabel lain ketika melakukan join antar tabel.
c. Dapat digunakan untuk mencari nilai maksimal atau minimal dari kolom yang spesial
d. Pada beberapa hal, perintah query dapat dioptimalkan untuk mendapatkan suatu data tanpa memerksa data-data lainnya.


2. Membuat Index
Format untuk membuat index adalah sebagai berikut:

create index [nama_index] ON [database] (kolom(panjang_karakter));


Misal kita ingin membuat index bernama idteman_ind pada database alamat di kolom teman dengan panjang karakter 4, maka format diatas menjadi:

create index idteman_ind ON alamat (teman(4));


3. Menggunakan multi index

Jika kita ingin menggunakan multi index, maka formatnya adalah sebagai berikut:

create index [nama_index] on [database] ([kolom1](panjang_karakter1), kolom2(panjang_karakter2));

Misal kita ingin membuat multi index bernama multi_ind pada database penerbit di kolom id dengan panjang karakter4 dan kolom nama dengan panjang karakter 4, maka format diatas menjadi:

create index multi_ind on penerbit (id(4), nama(6));


4. Menampilkan index

Untuk menampilkan index yang telah kita buat, formatnya adalah sebagai berikut:
show index from [kolom_yang_di_index];

Misal kita mau melihat index dari kolom buku, maka format di atas menjadi:

show index from buku;

Referensi

Belajar sendiri administrasi database server mysql, Didik dwi prasetyo